Raja Salman

TANGGAL 1 Maret hari ini menjadi tanggal yang bersejarah bagi hubungan Indonesia dan Arab Saudi. Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud akan melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia selama sembilan hari yakni mulai tanggal 1-9 Maret (KR/28/2). Kunjungan balasan setelah Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2015. Kunjungan hal yang bersejarah karena hampir 47 tahun, baru kali ini ada raja Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia.

Bukan hanya ke Indonesia. Lawatan kenegaraan Raja Salman ke Asia diawali ke Malaysia yang kemudian dilanjutkan ke Indonesia. Dari Indonesia, Raja Salman dengan rombongan 1.500 orang termasuk 25 pangeran dan 10 menteri akan melanjutkan kunjungannya ke Brunei, Jepang, China, Maladewa dan Yordania. Selain bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Raja Salman akan bertemu Ketua DPR RI Setya Novanto, berkunjung ke Masjid Istiqlal dan bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla. Pasca agenda di Jakarta, Raja Salman akan berlibur selama enam hari di Bali.

Ada tiga sektor besar yang bisa dimanfaatkan dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Ketiga hal tersebut adalah investasi, perlindungan TKI dan kuota haji. Untuk sektor investasi, Raja Salman berencana menginvestasikan dana senilai 15 miliar dolar atau setara dengan Rp 200 triliun. Dana investasi yang cukup besar tersebut tentu harus bisa dimanfaatkan Pemerintah Indonesia agar betul-betul bisa diinvestasikan di Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia harus mampu meyakinkan Raja Salman dan rombongan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi kedua negara. Jika Pemerintah Indonesia mampu meyakinkan Raja Salman, maka dana tersebut bisa diinvestasikan di sektor hulu-hilir minyak dan gas bumi, pariwisata, infrastruktur, sektor keuangan dan properti. Sektor-sektor tersebut sejalan dengan visi dan Nawacita Presiden Jokowi yang lebih menekankan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi per tahun berada pada kisaran 2 miliar dolar (Rp 26 triliun). Tetapi pada tahun 2016, neraca perdagangan kedua negara anjlok 36% karena turunnya harga minyak dunia. Hubungan ekonomi yang anjlok tahun lalu, harus bisa menjadi momentum bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Selain itu, saat ini, pemerintah Arab Saudi juga berupaya untuk menjual 5% saham Aramco (the Saudi Arabian Oil Company) dalam kunjungannya ke Indonesia. Penjualan saham dimaksudkan Arab Saudi agar negaranya tidak terlalu bergantung hanya di sektor perminyakan.

Ada hal lain yang perlu dibicarakan ketika Raja Salman bertemu Presiden Jokowi yakni sektor perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya tenaga kerja wanita (TKW). Hal ini menjadi sangat penting karena tidak sedikit TKW Indonesia yang mengalami banyak persoalan mulai pelecehan seksual, perkosaan, penyiksaan dan hukuman mati di Arab Saudi. Sebanyak 1,3 juta TKI Indonesia bekerja di Timur Tengah dan terbanyak di Arab Saudi yang mencapai kurang lebih 1,1 juta orang. Pemerintah Indonesia bisa menyampaikan ke Raja Salman untuk memberikan perlindungan TKI Indonesia di Arab Saudi secara maksimal. Hal ini tidak berlebih-lebihan karena para pahawan devisa di Arab Saudi banyak menyumbangkan kontribusinya dalam membangun Indonesia.

Momen kedatangan Raja Salman ke Indonesia juga bisa digunakan oleh Presiden Jokowi untuk menggulirkan wacana terkait penambahan kuota haji Indonesia. Hal ini karena jumlah terbesar umat Islam dunia ada di Indonesia. Artinya, ke depan jika pelebaran Masjidil Haram tuntas pada tahun 2020, maka idealnya kuota haji Indonesia harus ditambah yang disesuaikan dengan jumlah umat Islam Indonesia. Hal ini juga untuk mengurangi antrean selama bertahun-tahun bagi jemaah calon haji yang ingin ke tanah suci.

Karena itu, kunjungan Raja Salman yang bersejarah ini, harus bisa dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Indonesia. Semata agar kepentingan Indonesia atas Arab Saudi bisa diwujudkan dengan baik.

Oleh : Fatkurrohman SIP MSi. Akademisi UGM sekaligus Peneliti di Pusat Studi Asia Tenggara UGM.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *