12 Quotes Tokoh Nasional Pemacu Semangat Nasionalisme

Euforia peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia masih terasa hingga penghujung 2016 ini. Hal ini mengingatkan para penduduknya terhadap perjuangan pahlawan.

Ada banyak hal yang dilakukan untuk mengingatkan kita  generasi muda dengan perjuangan pahlawan. Ada banyak hal juga yang memantik rasa nasionalisme kita. Apa itu? Salah satunya quotes dari para pahlawan nasional. Yuk simak kalimat-kalimat magis mereka yang dapat menggugah semangat kebangsaan kita.

1. Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri – Bung Karno.

2. Kemerdekaan nasional bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya – Sutan Syahrir.

3. Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang – Cut Nyak Dien.

4. Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki – Bung Hatta.

5. Memimpin adalah menderita – KH Agus Salim.

6. Lawan sastra ngesti mulya (Dengan ilmu kita menuju kemuliaan) – Ki Hadjar Dewantara.

7. Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapa pun lawan yang aku hadapi – Jenderal Sudirman.

8. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri – RA Kartini.

9. Kami adalah angkatan yang harus punah agar dari kubur kami tumbuh angkatan-angkatan wanita yang lebih megah – SK Trimurti.

10. Jagalah namamu, jangan sampai disebut pengkhianat bangsa – Jenderal Gatot Subroto.

11. Soal perundingan kami serahkan kepada kebijaksanaan pemimpin-pemimpin kita di Jawa. Bali bukan tempat perundingan. Dan saya bukan kompromis. Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari Pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai cita-cita kita tercapai – I Gusti Ngurah Rai.

12. Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator – HOS Tjokroaminoto. (*)

Recommended For You

About the Author: Telegraf